
" Ini dia botol yang mengantarkan Farah ke alam mimpi..."
Alhamdulillah..sejak 1 Juni 2008 ini, farah sudah tidak minum ASI bunda. Jadi, farah minum ASI bunda selama 2 tahun kurang satu bulan. Bunda bersyukur sekali, tentunya hal ini juga berkat dorongan yanda tercinta. Sebagai keluarga muslim kita ingin mengikuti apa yang dianjurkan dalam Al Qur'an. Proses menyapih farah, bisa dibilang secara bertahap dengan cara mengurangi frekuensi menyusunya. Proses pertama, ketika umur 20 bulan farah sudah masuk kindergarten. Secara otomatis intensitas 'mimiknya' berkurang karena farah di sekolah dari jam 9 sampai jam 2 siang. Yang sebelumnya farah bisa kapan saja minta minum dari bunda. Proses kedua (2 kali), sekitar umur 21 bulan dan 22 bulan, yakni dengan tidak minum ASI disiang hari, jadi hanya malam hari terutama untuk pengantar tidur. Akan tetapi gagal dan masing2 bertahan hanya 2 hari. Penyebabnya lebih kepada bundanya yang belum begitu siap ketika farah merengek minta minum ASI. Menurut bunda hal ini ga efektif, sepertinya farah menawar, tadi malam juga masih minum pasti siangnya boleh. Sejak saat itu, bunda seringkali memberi tahu farah bahwa 2 tahun sudah tidak minum ASI bunda. Karena farah bukan bayi lagi, jadi harus minum dari gelas. Waktu itu, sambil minum ASI farah mengangguk sepertinya mengerti apa yang bunda katakan. Proses ketiga yakni dengan tidak minum ASI sama sekali. Akhirnya sampai waktu yang direncanakan, kita menyiapkan waktu yang lebih banyak dan yanda juga tidak ada ujian. Bagaimanapun nantinya yanda pasti lebih berperan menangani farah yang sedang rewel. Selain itu, kita juga menyiapkan makanan2 kesukaan farah untuk 'sogokan'.
Bismillahirohmanirrohim..
Hari pertamaTerakhir minum ASI bunda ketika bangun tidur, yanda sering menyebutnya 'dopping' buat semangat bangun.Dipagi hari sebelum berangkat ke kindergarten, farah sudah terbiasa minum susu segar dari gelas. Sepulang dari kindergarten bunda sudah menyiapkan cartoon kesukaannya, calliou. Seperti biasa, pulang sekolah farah makan 'lagi' meski sudah ada makan siang jam setengah dua belas, sebelum tidur siang. Mungkin lapar lagi, karena bangun tidur langsung dijemput bunda. Kita makan bersama, dan dipangkuan bunda, farah makan lahap sekali sambil menonton calliou. Sebelum selesai makan sudah bunda siapkan jus, farah hanya meneguknya sedikit. Dan langsung menghadap bunda, seperti biasanya mulai meraba payudara bunda. "Eit..sayang, farah sudah harus berhenti minum ASI bunda, farah sudah mulai besar. Sekarang minum dari gelas ya, bunda sambil menyodorkan gelas. Bunda tetep sayang farah".
Ya sebisa mungkin memberikan pengertian ke Farah dan tekankan bahwa dia tidak kehilangan kedekatannya dengan bundanya. Farah menangis dan kita tawarkan yogurt, dia menolak dan akhirnya berhenti sendiri dan bilang 'susu'. Artinya dia mau minum susu segar seperti pagi hari. Bunda yanda tersenyum senang. Siang itu kita berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bacain buku, main lego,balon sabu, dsb. Bunda menghindari posisi tiduran, karena dia akan mendekat dan mengingatkannya pada 'ritualnya'. Sorenya kita ajak farah jalan-jalan kaki sekalian belanja. Di perjalanan pulang, farah minum hampir satu botol. Begitu tiba di rumah, menuju ke kulkas, ternyata farah teringat yogurtnya. Selesai minum yogurt, farah mulai menangis lagi, dan minta sesuatu yang kita tidak tahu maunya. Akhirnya kita tawarkan kacang mandeln, dia langsung dengan girangnya menjawab 'ya'. Bunda buatkan air tomat dicampur madu, farah minum sendiri pakai sendok. Tak lama dari itu, farah sempat mengikuti kita sholat ashar. Akan tetapi, habis mandi sekitar pukul 19.00 farah menangis lagi dan tidak mau makan malam bersama kita. Sepertinya farah sudah mengantuk, bunda tawarkan botol susu, farah tetap menolak. Seperti biasanya,bunda sudah siap ditempat tidur untuk bacain buku sebelum dia tidur. Farah mendekat untuk minta ASI, lagi2 bunda memberi 'petuah'. Farah semakin menangis keras sekali dan menjauhi bunda. Rasanya waktu itu air mata bunda sudah berlinang dan pengin menangis, ga tega. Tapi suami menguatkan, dan berusaha menenangkan farah. Karena sudah mengantuk sekali, farah mau minum dari botol sambil bunda peluk. Dimalam harinya, farah juga merengek minta minum ASI, ketika bunda akan bangkit mengambil minum. Farah malah memeluk kuat leher bunda sambil menangis. Akhirnya farah tertidur lagi sampai pagi...
Alhamdulillah hari pertama sudah terlewati, dan ternyata tidak seperti yang kita bayangkan. Menangisnya masih wajar, bisa ditenangkan dan mau dinasehatin.
Hari KeduaHari kedua, sepulang dari kindergarten farah hanya dengan bunda. Yanda kebetulan ada kuliah. Seperti hari pertama, farah makan dan minum dari gelas sambil nonton calliou. Sesekali dia meraba payudara bunda dan ketika bunda menahannya dia hanya mengernyitkan kening. Siang itu, bunda sempat tiduran sambil nonton tv, farah disebelah bunda dan tidak merengek lagi. Alhamdulillah sepertinya farah sudah mulai mengerti. Sorenya kita ke auslanderbehorde, dan sekalian menjemput yanda di kampus. Malamnya sekitar pukul 9 malam, farah tidur sendiri ketika yanda bunda sholat maghrib. Ditengah malam, hanya sekali minum susu dan tidur lagi.
Hari ketigaHari ini tanpa sogokan cartoon calliou. Begitu pulang dari kindergarten sudah langsung mau minum susu segar dari gelas. Ketika kita makan siang, farah memilih makan keks.Sorenya kita lihat 'sport fest' di kampus yanda, di perjalanan farah makan pisang sambil minum air putih. Malamnya tidur sendiri disamping bunda dan tengah malam bangun tapi tidak mau minum, hanya paginya minum banyak.
Hari keempatFarah sudah mengerti dan tidak minta ASI lagi. Bahkan sekarang lebih dekat ma yandanya. Terkadang, hanya nggodain bunda dengan meraba payudara dan mulutnya menirukan orang yang sedang minum. Setelah itu ketawa2.
Hari kelima Farah sudah tak ingat akan 'ritual' menyusu ASI
bunda.
Kita merasakan anak yang sedang pertama kali disapih memang lebih sensitif, sedikit rewel daripada biasanya, dan lebih banyak dimauinya. Akan tetapi semua itu masih bisa diatasi, memang jadi lebih banyak 'syarat' dan 'sogokan'nya. Ya wajar lah...
Sebenarnya untuk menyapih anak lebih baik tidak dialihkan ke 'dot' atau 'botol'. Farah dengan terpaksa memakai botol. Niatnya hanya untuk pengantar tidur, tetapi keterusan minta pakai botol. Terkadang sampai sedikit kita paksa pakai gelas, untuk menghindari ketergantungan pada botol itu. Sampai saat hari kelima ini pun, farah masih enggan minum air jus dan air putih. Akhirnya kalau keluar jalan-jalan, kita membawa air putih atau jus atau pun makanan yang dia ga begitu disukai padahal bagus buat farah misalnya pisang. Sogokan cemilan farah yang manjur ketika dia rewel dan langsung teriak 'ya' adalah yogurt, kacang, dan coklat.

Alhamdulillah, sejak disapih farah makannya jadi banyak dan minumnya juga. Satu hari farah menghabiskan susu 1 liter. Untuk menggantikan ASI bunda, farah minum susu Vollmilch ultrahocherhitzt homogenisiert (kayaknya sejenis susu UHT). Selama menyapih farah, bunda pun hanya merasakan sedikit bengkak di payudara selama 3 hari dan kembali normal setelahnya.
Artikel terkait tentang serba-serbi menyapih anak di
blog bunda.